Promo Mawbook
Halaman sedang dimuat
100% ORIGINAL
Buku Membela Guru Pada Masa Tiga Mendikbud: Dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan Hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru Yang Konfrontatif Dan Emosional | Abdul Hakim Siregar | Buku Sosial

Buku Membela Guru Pada Masa Tiga Mendikbud: Dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan Hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru Yang Konfrontatif Dan Emosional | Abdul Hakim Siregar | Buku Sosial

Rincian Produk
Rp 96.000 Rp 84.700
Penulis: Abdul Hakim Siregar
Penerbit: Deepublish
Institusi: STAI PERTINU Padangsidimpuan
Kategori: Sosial & Humaniora
Sub Kategori: Sosial
ISBN: 978-602-453-514-8
Ukuran:  14×20 cm
Isi Kertas: BW
Cover: Soft Cover
Halaman: x, 318 hlm
Tahun: 2017
Berat: 400 gram
SKU: DP01936A
Ketersediaan: Ada
Kondisi: Baru
Harga Normal: Rp 96.000
Harga Promo: Rp 84.700

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Deskripsi Buku

Buku Membela Guru pada Masa Tiga Mendikbud: dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru yang Konfrontatif dan Emosional | Buku ini terdisri dari 4 bagian, bagian pertama adalah pendahuluan, bagian kedua Membela Guru Pada Masa Mendikbud Mohammad Nuh (22/10/2009-22/10/2014), bagian ketiga Membela Guru Pada Masa Mendikbud Anies Baswedan (27/10/2014-27/07/2016) dan bagian terakhir Membela Guru Pada Masa Mendikbud Muhadjir Effendy (2016). Apakah Anda termasuk guru yang masih nekat konfrontasi mengenai pendidikan? Aku berharap gairah emosi marah guru tetap terjaga semestinya. Apalagi di tengah pandangan negatif terhadap para guru sebagai sumber utama masalah pendidikan. Aku berhadapan dengan kebijakan Mendikbud, pernah bertemu dengan oknum pejabat struktural kependidikan, pengawas pendidikan, kepala sekolah, widyaiswara guru, instruktur guru, tutor guru, dan penatar guru–yang hanya menyelisik masalah pendidikan berpusat pada kurikulum dan guru. Bahkan mereka berlagak dan berlogat gurulah masalah mutlak pendidikan. Tentu saja, aku kesal kepada oknum yang congkak demikian. Aku berkonfrontasi bahkan berkonflik pun jadi dengan cara pandang mereka yang sempit dalam menatap kompleksitasnya masalah pendidikan. Malahan si penuduh yang mengatakan guru biang kemeresotan pendidikan secara terbalik, dia si penuduh itulah sesungguhnya bagian dari masalah pendi-dikan. Dengan logika paradoks dan terbalik, terpaksa aku pilih menantang-menentang balik penuduh negatif guru. Saat itulah, aku menyadari betapa banyak manfaatnya kalau sudah sebagian besar guru nekat konfrontasi hingga konflik pun jadi. Secara lisan, apalagi melalui tulisan di media. Maka si penista guru yang menandai gurulah biang kerok pendidikan, akan surut dan angkat tangan kepada guru yang konfrontatif disertai emosi ini.


Preview Isi Buku & Detail
PlaceholderGambar 1 - Membela Guru pada Masa Tiga Mendikbud: dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru yang Konfrontatif dan Emosional

Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
Next Post Previous Post