100% ORIGINAL
Buku Wasiat Segelas Pasir | Agus Setiawan | Buku Novel
Rincian Produk
| Penulis | : Agus Setiawan |
| Penerbit | : Bukunesia |
| Kategori | : Fiksi |
| Sub Kategori | : Novel |
| ISBN | : 978-623-8796-92-2 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : Black White |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : viii, 171 hlm |
| Tahun | : 2025 |
| Berat | : 300 gram |
| SKU | : BN00323 |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 110.000 |
| Harga Promo | : Rp 90.500 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Wasiat Segelas Pasir
Berurusan dengan perasaan adalah hal yang menyebalkan. Bagi Marwan, ucapan bapanya tentang menjodohkannya dengan putri Pak Majid, membuatnya bingung dan gelisah. Orang tuanya sangat tidak sabar melihatnya duduk di pelaminan seperti kakak-kakaknya, sehingga memilih jalan mudah, yaitu dengan menjodohkannya. Namun, tiba-tiba sebuah pesan masuk dan mengabarkan bahwa gadis pujaannya, si Stroberri akan kembali setelah menyelesaikan kuliahnya di Kairo. Betapa senangnya hati Marwan hingga mengatakannya kepada emaknya yang tengah memasak di dapur. Ia tidak sabar untuk bertemu kembali dengan gadis itu dan melepaskan seluruh rasa sendunya saat ditinggalkan dulu.
Saafia atau si Stroberri telah kembali. Marwan memutuskan untuk memperjuangkan cintanya dan memberanikan diri untuk melamar gadis pujaannya tersebut. Namun, perjuangannya sangat tidak mudah. Ayah Saafia memberikan syarat kepada Marwan untuk menghitung pasir di dalam gelas selama satu malam agar lamarannya diterima. Emak dan bapaknya heran, sedangkan ia menyetujuinya dengan bahagia. Rupanya ada makna yang tersimpan dari permintaan tersebut dan Marwan menyanggupinya. Seakan-akan, memperjuangkan gadis pujaannya sudah menjadi tanggung jawabnya dan keinginan terbesar dalam hidupnya.
Buku Wasiat Segelas Pasir ini diterbitkan oleh Bukunesia.
Berurusan dengan perasaan adalah hal yang menyebalkan. Bagi Marwan, ucapan bapanya tentang menjodohkannya dengan putri Pak Majid, membuatnya bingung dan gelisah. Orang tuanya sangat tidak sabar melihatnya duduk di pelaminan seperti kakak-kakaknya, sehingga memilih jalan mudah, yaitu dengan menjodohkannya. Namun, tiba-tiba sebuah pesan masuk dan mengabarkan bahwa gadis pujaannya, si Stroberri akan kembali setelah menyelesaikan kuliahnya di Kairo. Betapa senangnya hati Marwan hingga mengatakannya kepada emaknya yang tengah memasak di dapur. Ia tidak sabar untuk bertemu kembali dengan gadis itu dan melepaskan seluruh rasa sendunya saat ditinggalkan dulu.
Saafia atau si Stroberri telah kembali. Marwan memutuskan untuk memperjuangkan cintanya dan memberanikan diri untuk melamar gadis pujaannya tersebut. Namun, perjuangannya sangat tidak mudah. Ayah Saafia memberikan syarat kepada Marwan untuk menghitung pasir di dalam gelas selama satu malam agar lamarannya diterima. Emak dan bapaknya heran, sedangkan ia menyetujuinya dengan bahagia. Rupanya ada makna yang tersimpan dari permintaan tersebut dan Marwan menyanggupinya. Seakan-akan, memperjuangkan gadis pujaannya sudah menjadi tanggung jawabnya dan keinginan terbesar dalam hidupnya.
Buku Wasiat Segelas Pasir ini diterbitkan oleh Bukunesia.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.