100% ORIGINAL
Buku Ketika Aku Memilih Berhenti Berlari | Asti Ayuningtyas | Buku Memoar
Rincian Produk
| Penulis | : Asti Ayuningtyas |
| Penerbit | : Bukunesia |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Memoar |
| ISBN | : 978-634-7212-53-5 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : Black White |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : x, 70 hlm |
| Tahun | : 2025 |
| Berat | : 300 gram |
| SKU | : BN00351 |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 53.000 |
| Harga Promo | : Rp 44.400 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Ketika Aku Memilih Berhenti Berlari
Sejak kecil, aku meyakini bahwa keberadaanku hanya akan diakui jika aku bisa membanggakan orang-orang di sekitarku. Meskipun pada dasarnya, aku menikmati proses belajar dan menjadi peringkat kelas. Mungkin, itulah yang kemudian kusebut sebagai makna hidup—menjadi sosok berprestasi yang diakui orang tua dan menjadi contoh bagi adik-adikku.
Aku tidak menyalahkan siapa pun, karena aku menikmati proses dan keberhasilannya juga. Terkadang, aku melarang sisi manusiaku, di mana aku tidak ingin kalah, salah, dan harus selalu sempurna. Oleh sebab itu, aku tidak pernah melepaskan topengku dan selalu berpura-pura bahwa semua itu adalah benar-benar keinginanku. Namun, keseimbangan itu mulai goyah saat aku menikah di usia 22 tahun dan tinggal bersama mertua.
Tenang saja, mertuaku sangat baik, tidak sama seperti yang ada dalam film-film. Namun, aku tetap ingin hidup terpisah. Aku membutuhkan ruang privasi, di mana aku bisa menjadi diri sendiri dan hidup tanpa topeng. Aku menyibukkan diri dengan dunia luar, berusaha menjauh dari diriku sendiri dan orang sekitarku. Lalu, pandemi covid-19 melanda dan membuatku terpaksa berhadapan dengan diriku yang mulanya selalu kusisihkan.
Dari kejadian itu, aku mulai berani mengambil langkah baru dan kembali memulai sesuatu yang telah lama kulupakan: perkenalan kecil dengan diriku sendiri.
Buku Ketika Aku Memilih Berhenti Berlari. ini diterbitkan oleh Bukunesia.
Sejak kecil, aku meyakini bahwa keberadaanku hanya akan diakui jika aku bisa membanggakan orang-orang di sekitarku. Meskipun pada dasarnya, aku menikmati proses belajar dan menjadi peringkat kelas. Mungkin, itulah yang kemudian kusebut sebagai makna hidup—menjadi sosok berprestasi yang diakui orang tua dan menjadi contoh bagi adik-adikku.
Aku tidak menyalahkan siapa pun, karena aku menikmati proses dan keberhasilannya juga. Terkadang, aku melarang sisi manusiaku, di mana aku tidak ingin kalah, salah, dan harus selalu sempurna. Oleh sebab itu, aku tidak pernah melepaskan topengku dan selalu berpura-pura bahwa semua itu adalah benar-benar keinginanku. Namun, keseimbangan itu mulai goyah saat aku menikah di usia 22 tahun dan tinggal bersama mertua.
Tenang saja, mertuaku sangat baik, tidak sama seperti yang ada dalam film-film. Namun, aku tetap ingin hidup terpisah. Aku membutuhkan ruang privasi, di mana aku bisa menjadi diri sendiri dan hidup tanpa topeng. Aku menyibukkan diri dengan dunia luar, berusaha menjauh dari diriku sendiri dan orang sekitarku. Lalu, pandemi covid-19 melanda dan membuatku terpaksa berhadapan dengan diriku yang mulanya selalu kusisihkan.
Dari kejadian itu, aku mulai berani mengambil langkah baru dan kembali memulai sesuatu yang telah lama kulupakan: perkenalan kecil dengan diriku sendiri.
Buku Ketika Aku Memilih Berhenti Berlari. ini diterbitkan oleh Bukunesia.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
