100% ORIGINAL
Buku Bukan Perayaan Cinta | Ferey Herman | Buku Self Improvement
Rincian Produk
| Penulis | : Ferey Herman |
| Penerbit | : Bukunesia |
| Kategori | : Psikologi |
| Sub Kategori | : Self Improvement |
| ISBN | : 978-623-8350-10-0 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : Black White |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xii, 140 hlm |
| Tahun | : 2023 |
| Berat | : 300 gram |
| SKU | : BN00111 |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 135.000 |
| Harga Promo | : Rp 110.700 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
BUKAN PERAYAAN CINTA ini adalah buku yang ditulis oleh seorang ibu tunggal untuk anaknya yang akan melangsungkan pernikahan.
Bagian awal buku ini dimulai dengan mengajak pembaca untuk memahami ungkapan “Cinta tanpa syarat” dan lain-lain adalah mitos yang hanya akan menjadikan calon mempelai lengah, sehingga menganggap kebahagiaan rumah tangga akan terjadi dengan sendirinya.
Pada bagian berikut, pembaca diajak untuk memahami sebetulnya semua pasangan memiliki masalah besar dalam pernikahan mereka. Kehadiran anak, pergeseran peran karena kesetaraan gender, generation gap antara mertua dan menantu, harapan atas kepuasan seksual yang meningkat, dan tekanan pekerjaan akibat gaya hidup konsumtif, semua itu telah mengubah gaya perkawinan tradisional. Saat ini pasangan dituntut untuk berjuang lebih keras untuk mewujudkan pernikahan indah seperti yang diharapkan.
Bagian akhir buku ini ditutup dengan beberapa catatan kecil yang dapat dilakukan, agar janji yang dengan berani diucapkan di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya tidak menjadi beban yang mengikat. Namun, menjadi tali yang mempersatukan dua orang, dua hati menjadi satu kekuatan yang mampu merayakan cinta yang sesungguhnya.
Bagian awal buku ini dimulai dengan mengajak pembaca untuk memahami ungkapan “Cinta tanpa syarat” dan lain-lain adalah mitos yang hanya akan menjadikan calon mempelai lengah, sehingga menganggap kebahagiaan rumah tangga akan terjadi dengan sendirinya.
Pada bagian berikut, pembaca diajak untuk memahami sebetulnya semua pasangan memiliki masalah besar dalam pernikahan mereka. Kehadiran anak, pergeseran peran karena kesetaraan gender, generation gap antara mertua dan menantu, harapan atas kepuasan seksual yang meningkat, dan tekanan pekerjaan akibat gaya hidup konsumtif, semua itu telah mengubah gaya perkawinan tradisional. Saat ini pasangan dituntut untuk berjuang lebih keras untuk mewujudkan pernikahan indah seperti yang diharapkan.
Bagian akhir buku ini ditutup dengan beberapa catatan kecil yang dapat dilakukan, agar janji yang dengan berani diucapkan di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya tidak menjadi beban yang mengikat. Namun, menjadi tali yang mempersatukan dua orang, dua hati menjadi satu kekuatan yang mampu merayakan cinta yang sesungguhnya.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
