100% ORIGINAL
Buku Bertahan Di Lingkaran Konflik : Memori Kolektif Perempuan Di Aceh Masa Dom Tahun 1989-1998 | Reni Nuryanti | Buku Lain-Lain
Rincian Produk
| Penulis | : Reni Nuryanti, S.Pd., M.A. |
| Penerbit | : Bukunesia |
| Kategori | : Umum |
| Sub Kategori | : Lain-Lain |
| ISBN | : 978-634-7212-05-4 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : Black White |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xii, 154 hlm |
| Tahun | : 2025 |
| Berat | : 300 gram |
| SKU | : BN00331 |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 102.000 |
| Harga Promo | : Rp 84.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Bertahan di Lingkaran Konflik Memori Kolektif Perempuan di Aceh Masa DOM Tahun 1989-1998
Penulisan sejarah perempuan di Aceh masa DOM (1989-1998), menjadi sumbangan wawasan dalam rangka memenuhi ‘panggilan’ androgynous-meminjam bahasa Kuntowijoyo, yang masih perlu untuk terus diupayakan. Perspektif androgynous membantu membuka ruang ‘bicara’ perempuan—bukan hanya versi tokoh, tetapi masyarakat marginal yang ikut berada di lingkar zaman. Keberadaan mereka dalam periode DOM misalnya, memberi warna memori kolektif yang berbeda dari sekedar pandangan satu mata: androsentris. Buku ini dikemas dalam lima bagian. Persoalan munculnya GAM di Aceh hingga penerapan DOM, dibahas di bagian 1. Secara mendalam tentang kondisi Aceh pada saat penerapan DOM di ‘tiga daerah hitam’, dapat dibaca di bagian 2. DOM yang menimbulkan berbagai kekerasan terhadap perempuan di Aceh, terekam di bagian 3. Lebih lanjut tentang cara perempuan korban DOM di Aceh berjuang menjadi resilien, tersaji di bagian 4. Sebagai refleksi, bagian 5 secara khusus menghadirkan narasi tentang perempuan di Aceh pada masa DOM. Buku ini membuka ‘kran’ historiografi perempuan di Aceh dalam periode konflik berikutnya.
Buku Bertahan di Lingkaran Konflik Memori Kolektif Perempuan di Aceh Masa DOM Tahun 1989-1998 ini diterbitkan oleh Bukunesia.
Penulisan sejarah perempuan di Aceh masa DOM (1989-1998), menjadi sumbangan wawasan dalam rangka memenuhi ‘panggilan’ androgynous-meminjam bahasa Kuntowijoyo, yang masih perlu untuk terus diupayakan. Perspektif androgynous membantu membuka ruang ‘bicara’ perempuan—bukan hanya versi tokoh, tetapi masyarakat marginal yang ikut berada di lingkar zaman. Keberadaan mereka dalam periode DOM misalnya, memberi warna memori kolektif yang berbeda dari sekedar pandangan satu mata: androsentris. Buku ini dikemas dalam lima bagian. Persoalan munculnya GAM di Aceh hingga penerapan DOM, dibahas di bagian 1. Secara mendalam tentang kondisi Aceh pada saat penerapan DOM di ‘tiga daerah hitam’, dapat dibaca di bagian 2. DOM yang menimbulkan berbagai kekerasan terhadap perempuan di Aceh, terekam di bagian 3. Lebih lanjut tentang cara perempuan korban DOM di Aceh berjuang menjadi resilien, tersaji di bagian 4. Sebagai refleksi, bagian 5 secara khusus menghadirkan narasi tentang perempuan di Aceh pada masa DOM. Buku ini membuka ‘kran’ historiografi perempuan di Aceh dalam periode konflik berikutnya.
Buku Bertahan di Lingkaran Konflik Memori Kolektif Perempuan di Aceh Masa DOM Tahun 1989-1998 ini diterbitkan oleh Bukunesia.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.