100% ORIGINAL
Buku Sejarah Tidung Kalimantan Utara | Syahriza Pahlevi | Buku Sejarah
Rincian Produk
| Penulis | : Syahriza Pahlevi |
| Penerbit | : Deepublish |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Sejarah |
| ISBN | : 978-623-02-2035-7 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xiv, 267 hlm |
| Tahun | : 2020 |
| Berat | : 350 gram |
| SKU | : DP04572A |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 119.000 |
| Harga Promo | : Rp 104.700 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Sejarah Tidung Kalimantan Utara Kalimantan Utara menjadi sorotan bangsa asing kala itu. Suku Tidung menjadi pelaku perdagangan tradisional. Sebelumnya terkenal buas karena perburuan budak di Filipina dan aktif dalam membajak kapal. Tidung dipandang bar-bar dan menganut pagan. Identitas Tidung dari waktu ke waktu mengalami pergeseran etimologi. Tidung dipandang sebagai suku yang berani menentang Spanyol secara terbuka. Namun, identitas Tidung tenggelam karena politik Belanda. Negeri Tidung menghasilkan produk hutan, seperti sarang walet, kayu gaharu, emas, sagu, lem, dan sebagainya. Produk hutan inilah yang dibawah menuju Sandakan, Filipina, dan sebagainya. Selain itu, perdagangan budak menjadi gencar dilakukan di abad ke-16 sampai ke-18. Setelah itu, berhenti karena Perjanjian Valsage dengan kesultanan di seluruh Kalimantan. Mulai dari Belanda hingga invasi Jepang pertama kali mendarat di Tarakan sehingga pertempuran terjadi dimana-mana. Aksi pembakaran instalasi minyak di Tarakan sebagai upaya agar Jepang tidak menggunakan minyak tersebut untuk bahan bakar pesawat tempur. Peperangan sempat terjadi antara Belanda dan Jepang sehingga menimbulkan banyak korban dari pihak Belanda. Setelah pasca pendudukan Jepang di Tarakan, kehidupan masyarakat kembali berjalan dengan baik. Belanda kembali menduduki tanah Tidung hingga pasca kemerdekaan. Pada buku ini juga banyak memuat foto dokumentasi di Kalimantan Utara. Sejarah Tidung dikemas dalam rentetan waktu sehingga mempermudah pembaca memahami isi buku tersebut dan membuat imajinasi pembaca berkeliling dalam lorong waktu yang lampau.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.