Promo Mawbook
Halaman sedang dimuat
100% ORIGINAL
Buku Psikologi Netizen Dalam Media Komunikasi Dan Politik | Lucy Pujasari Supratman | Buku Komunikasi

Buku Psikologi Netizen Dalam Media Komunikasi Dan Politik | Lucy Pujasari Supratman | Buku Komunikasi

Rincian Produk
Rp 83.500 Rp 73.900
Penulis: Lucy Pujasari Supratman
Penerbit: Deepublish
Kategori: Sosial & Humaniora
Sub Kategori: Komunikasi
ISBN: 978-602-280-456-7
Ukuran:  14×20 cm
Isi Kertas: BW
Cover: Soft Cover
Halaman: xiv, 233 hlm
Tahun: 2014
Berat: 200 gram
SKU: DP00466A
Ketersediaan: Ada
Kondisi: Baru
Harga Normal: Rp 83.500
Harga Promo: Rp 73.900

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Deskripsi Buku

Sebagai makhluk sosial, manusia hidup dalam lingkaran hubungan interaksi sosial. Dalam pergaulan, interaksi ini sering menimbulkan benturan-benturan sosial. Benturan sosial itu timbul karena ketidakcocokan antara keinginan dan kenyataan. Apabila benturan itu diekspresikan melalui bahasa, aktivitas yang seperti itu cenderung menjadi kekerasan bahasa. Kekerasan bahasa tentu akan melahirkan dampak negatif bagi siapa saja yang merasakannya atau yang mengalaminya. Berdasarkan alasan inilah kekerasan bahasa sangat mendesak untuk dihentikan penyebarannya. Secara garis besar buku ini dilatarbelakangi oleh adanya pemakaian bahasa di masyarakat yang dapat menimbulkan benturan-benturan sosial. Selain itu, buku ini juga dilatarbelakangi oleh adanya keluhan masyarakat bahwa banyak orang yang merasa tidak nyaman karena situasi kebahasaan saat berselancar di dunia maya. Dalam berkomunikasi, manusia umumnya berinteraksi untuk membina kerja sama dalam rangka membentuk, mengembangkan, dan mewariskan kebudayaannya dalam artian yang seluas-luasnya. Akan tetapi, ada kalanya manusia berselisih paham atau berbeda pendapat dengan yang lainnya. Dalam situasi yang terakhir inilah para pemakai bahasa berpotensi mengucapkan kata-kata kasar untuk mengekspresikan segala bentuk ketidakpuasannya terhadap situasi yang tengah dihadapinya. Bagi orang yang terkena, ucapan-ucapan itu mungkin dirasakan menyerang, tetapi bagi yang mengucapkannya, ekspresi dengan makian adalah alat pembebasan dari segala bentuk dan situasi yang tidak mengenakkan. Makian-makian seperti: presiden goblok, presiden tolol, presiden planga-plongo, presiden jokodok, kaum kampret, kaum kecebong, dan sejenisnya tidak dijumpai pada zaman Orde Baru. Kalaupun ada, orang tidak akan berani mengucapkannya di depan publik. Akan tetapi, sekarang makian yang sejenis itu secara masif bertebaran di media daring. Ini sangat memprihatinkan karena fakta itu merupakan petunjuk kemunduran budaya. Masyarakat yang sudah melupakan etika berbahasa dapat diartikan sebagai masyarakat tuna budaya atau masyarakat yang sudah kehilangan jati dirinya. Padahal, secara konstitusi, negara telah membuat undang-undang untuk mencegah kekerasan bahasa ini yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Akan tetapi, UU tersebut sepertinya tidak memberi pengaruh yang signifikan. Faktanya, kekerasan bahasa semakin tampak berkembang dengan subur. Pertikaian dan kekerasan bahasa di dunia maya akan menular di dunia nyata. Ini sudah terbukti dengan kasus-kasus persekusi yang memang diawali saling serang antar netizen di media daring.


Preview Isi Buku & Detail
PlaceholderGambar 1 - Psikologi Netizen dalam Media Komunikasi dan Politik

Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
Next Post Previous Post