100% ORIGINAL
Buku Mengenal Kerajaan Berau Di Daerah Pesisir Timur Kalimantan | Zul Bahraen | Buku Sejarah
Rincian Produk
| Penulis | : Zul Bahraen |
| Penerbit | : Deepublish |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Sejarah |
| ISBN | : 978-623-02-3755-3 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : viii, 67 hlm |
| Tahun | : 2021 |
| Berat | : 250 gram |
| SKU | : DP05465A |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 65.000 |
| Harga Promo | : Rp 57.900 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Mengenal Kerajaan Berau di Daerah Pesisir Timur Kalimantan Kepulauan Kalimantan yang lebih dikenal dengan sebutan Borneo telah lama menjadi salah satu pusat peradaban yang tertua di Nusantara. Pada masa itu Pulau Kalimantan dikenal dengan sebutan ”WARUNADWIPA” dengan perkembangan beberapa kerajaan besar di daerah ini. Pesisir timur Pulau Kalimantan yang membentang dari Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kota Baru di Provinsi Kalimantan Selatan hingga Kabupaten Pasir, Kutai, Berau, Bulungan, dan Nunukan di Provinsi Kalimantan Timur, secara arkeologis merupakan daerah pesisir yang mempunyai persamaan geografis dan budaya yang cukup penting dikaji dari aspek kesejarahan dan arkeologisnya. Buku berjudul Mengenal Kerajaan Berau di Pesisir Timur Kalimantan ini mengisahkan sejarah Kesultanan Berau sebagai sebuah kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kabupaten Berau.
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-14 dengan raja pertama yang memerintah bernama Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Suryanata Kesuma dan istrinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Pusat pemerintahannya berada di Sungai Lati, Kecamatan Gunung Tabur. Kerajaan Berau sebagai salah satu kerajaan yang pernah berkembang di Pulau Kalimantan cukup banyak meninggalkan data arkeologis terutama peninggalan-peninggalan masa Islam dan masa kolonialisme, sebagaimana diperhatikan pada makam-makam raja, masjid-masjid kuno, keraton, maupun peninggalan-peninggalan kolonial seperti bekas pertambangan batu bara zaman Hindia Belanda yang kesemuanya sangat menarik untuk dikaji dan diteliti.
Harapan penulis buku ini bisa menambah sumber atau data yang bermanfaat dalam mengungkap peristiwa lokal, khususnya di Kabupaten Berau untuk memperluas perspektif historis yang bersifat tertulis dari perkembangan sejarah lokal.
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-14 dengan raja pertama yang memerintah bernama Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Suryanata Kesuma dan istrinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Pusat pemerintahannya berada di Sungai Lati, Kecamatan Gunung Tabur. Kerajaan Berau sebagai salah satu kerajaan yang pernah berkembang di Pulau Kalimantan cukup banyak meninggalkan data arkeologis terutama peninggalan-peninggalan masa Islam dan masa kolonialisme, sebagaimana diperhatikan pada makam-makam raja, masjid-masjid kuno, keraton, maupun peninggalan-peninggalan kolonial seperti bekas pertambangan batu bara zaman Hindia Belanda yang kesemuanya sangat menarik untuk dikaji dan diteliti.
Harapan penulis buku ini bisa menambah sumber atau data yang bermanfaat dalam mengungkap peristiwa lokal, khususnya di Kabupaten Berau untuk memperluas perspektif historis yang bersifat tertulis dari perkembangan sejarah lokal.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
