Promo Mawbook
Halaman sedang dimuat
100% ORIGINAL
Buku Kebinekaan Dalam Bingkai Kearifan Lokal Eksistensi Kearifan Lokal Bali Di Tengah Keberagaman | Gede Putra Adnyana | Buku Sosial

Buku Kebinekaan Dalam Bingkai Kearifan Lokal Eksistensi Kearifan Lokal Bali Di Tengah Keberagaman | Gede Putra Adnyana | Buku Sosial

Rincian Produk
Rp 81.000 Rp 71.700
Penulis: Gede Putra Adnyana
Penerbit: Deepublish
Institusi: SMAN 1 Banjar
Kategori: Sosial & Humaniora
Sub Kategori: Sosial
ISBN: 978-623-02-0252-0
Ukuran:  17.5×25 cm
Isi Kertas: BW
Cover: Soft Cover
Halaman: x, 82 hlm
Tahun: 2019
Berat: 500 gram
SKU: DP03290A
Ketersediaan: Ada
Kondisi: Baru
Harga Normal: Rp 81.000
Harga Promo: Rp 71.700

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Deskripsi Buku

Buku Kebinekaan Dalam Bingkai Kearifan Lokal Eksistensi | Kebinekaan Bangsa Indonesia adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kebinekaan itu berwujud dalam bentuk perbedaan agama, etnis, bahasa, dan budaya. Kesadaran tentang kebinekaan telah ada, tumbuh, dan berkembang jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada abad ke-14, terminologi kebinekaan telah hadir dalam naskah Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Pada pupuh 139, bait 5 ditulis “Bhinnêka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa”. Artinya, berbeda-beda, namun hakikatnya sama, karena tidak ada kebenaran yang mendua. Selanjutnya, pendiri bangsa Indonesia menggunakan frasa “Bhinnêka Tunggal Ika” sebagai motto pemersatu bangsa. Kearifan lokal Bali, telah terbukti mampu bertahan di tengah gempuran kuat arus pariwisata. Kearifan lokal Bali dapat berwujud nonbenda (ide/gagasan) dan berwujud artefak (fisik). Dalam konteks pariwisata budaya, kearifan lokal Bali niscaya bergesekan dengan budaya luar (asing). Pecalang, Subak, dan Awig-awig Desa Pakraman adalah kearifan lokal Bali yang nyaris selalu bergesekan dengan dunia pariwisata. Kearifan lokal Bali tersebut berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan kedamaian, penguatan sektor pertanian dan landscape Bali, dan supremasi hukum dalam konteks Tri Hita Karana. Konsep Tri Hita Karana menghendaki adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Hal ini semakin mengukuhkan kekuatan kearifan lokal Bali dalam merawat kebinekaan bangsa Indonesia. Buku ini menguraikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk merawat kebinekaan dengan kearifan lokal Bali. Begitu banyak kearifan lokal Bali yang dapat ditemukan. Namun, dalam buku ini, kearifan lokal Bali yang dikaji untuk merawat kebinekaan adalah Pecalang, Subak, dan Awig-awig Desa Pakraman. Kearifan lokal Bali tersebut, saat ini mendapat tantangan berat akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari pariwisata di Bali. Oleh karena itu, perlu ada penguatan secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan sehingga eksistensinya semakin membumi. Pecalang, Subak, dan Awig-awig Desa Pakraman dapat dimodernisasi dan diharmonisasi agar mampu mengakomodasi perbedaan agama, etnis, bahasa, dan budaya.


Preview Isi Buku & Detail
PlaceholderGambar 1 - Kebinekaan Dalam Bingkai Kearifan Lokal Eksistensi Kearifan Lokal Bali Di Tengah Keberagaman

Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
Next Post Previous Post