100% ORIGINAL
Buku Determinan Perilaku Seksual Remaja Di Provinsi Maluku | Elpira Asmin dkk | Buku Sosial
Rincian Produk
| Penulis | : Elpira Asmin … [et al.] |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : Universitas Pattimura |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Sosial |
| ISBN | : 978-623-02-3344-9 |
| Ukuran | : 15.5×23 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : viii, 44 hlm |
| Tahun | : 2021 |
| Berat | : 100 gram |
| SKU | : DP05207A |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 53.000 |
| Harga Promo | : Rp 47.400 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Determinan Perilaku Seksual Remaja di Provinsi Maluku Komposisi penduduk remaja di Indonesia cukup besar, BPS memproyeksikan jumlah penduduk usia 10-24 tahun sebesar 114.847.600 remaja atau sekitar 43 persen dari total jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 (Badan Pusat Statistik, 2019). Pada masanya, remaja mengalami banyak perubahan seperti perubahan fisik, psikis, sikap, perilaku serta sistem reproduksi mulai bekerja yang ditandai dengan adanya pubertas (Berck, 2012). Perubahan fisik dan kematangan organ reproduksi menyebabkan remaja memiliki dorongan nafsu dan ketertarikan terhadap lawan jenis yang merupakan awal mulainya perilaku seksual pada remaja. Akibatnya, pergaulan remaja dengan lawan jenis menjadi semakin bebas, bahkan sampai pada tahap memprihatinkan seperti yang banyak terjadi akhir-akhir ini yaitu perilaku seksual pranikah berisiko di kalangan remaja yang belum kawin. Perilaku berpacaran menjadi awal dari kontak seksual berisiko pada remaja. Data SDKI 2012 menunjukkan bahwa remaja wanita yang pernah berpacaran atau saat survei berpacaran melakukan kontak seksual seperti berpegangan tangan (72 persen), cium bibir (29 persen), meraba/diraba bagian tubuh yang sensitif (enam persen). Pada tahun 2017, perilaku berpacaran yang mengalami kenaikan hanya cium bibir (30 persen), sedangkan perilaku lainnya seperti berpegangan tangan (64 persen), dan meraba/diraba (lima persen) mengalami penurunan. Pola yang sama terlihat pada perilaku berpacaran remaja laki-laki, hanya perilaku cium bibir yang mengalami kenaikan dari 48 persen pada tahun 2012 menjadi 50 persen pada tahun 2017. Perilaku lainnya seperti berpegangan tangan dan meraba/diraba yang pada tahun 2012 angkanya 80 persen dan 30 persen menurun menjadi 75 persen, 33 persen dan 21 persen (BKKBN; BPS; Kemenkes, 2018). Buku ini merupakan salah satu media untuk menyalurkan pengetahuan berupa hasil penelitian penulis yang berupa pengetahuan tentang perilaku seksual remaja, gambaran perilaku seksual remaja di Indonesia, serta faktor yang berkaitan atau mempengaruhi perilaku seksual remaja. Buku ini diharapkan dapat menjadi suatu informasi baik bagi remaja, orang tua maupun masyarakat umum.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.