100% ORIGINAL
Buku Depati Kuris Notoyudo : Pahlawan Sosial Dari Empatlawang | Abdul Majid | Buku Sejarah
Rincian Produk
| Penulis | : Abdul Majid |
| Penerbit | : Deepublish |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Sejarah |
| ISBN | : 978-623-209-807-7 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xiv, 146 hlm |
| Tahun | : 2019 |
| Berat | : 200 gram |
| SKU | : DP03060A |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 70.000 |
| Harga Promo | : Rp 62.200 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Depati Kuris Notoyudo : Pahlawan Sosial Dari Empatlawang | Namanya Kuris bin Nerodin. Sosok ini adalah tokoh masa lampau di daerah Lintang, Empatlawang, Sumatera Selatan. Ayahnya, Nerodin, adalah seorang penguasa pada masa itu. Beliau kepala marga Kejatan Mandi (K.M.) Lintang. Wilayah kekuasaannya cukup luas: 13 desa. Pemimpin (kepal marga) disebut Depati (di kemudian hari berubah menjadi Pasirah). Nerodin mendapat anugerah gelar Pangeran Natayuda (Notoyudo) dari Sultan Palembang. Meskipun ayahnya seorang pangeran dan berkuasa, Kuris muda sangat sederhana dalam kehidupan sehari-harinya. Dia tekun belajar mengaji, rajin sholat, selalu dekat dengan rakyat kebanyak. Ayahandanya meninggal ketika dia remaja menjelng dewasa.
Sehari-hari dia membantu menggembalakan sapi milik kakaknya, Achmad. Ketika ayahandanya meninggal dunia, jabatan Depati digantikan oleh Achmad, yang kemudian bergelar Depati Kecik. Kuris muda masih melanjutkan kehidupannya sebagai pengurus dan penggembala ternak-ternak Depati Kecik sampai dia menikah dengan seorang perempuan cantik dari sebuah dusun terpencil di tepi Sungai Musi. Setelah menikah, Kuris tinggal di kampung isterinya. Dia membangun rumah sederhana di sana. Mulailah dia menjalani kehidupan baru. Di sini, Kuris yang sederhana, tetap sederhana. Dia jalani hidup sebagai petani. Memelihar ternak, berkebun kopi, menanam kelapa, dan memelihara ikan. Di kampung isterinya itu, Kuris sangat disenangi.
Dia suka menolong. Taat beribadah, berkepribadian baik, rendah hati dan ramah. Selain itu, dalam hal beternak dan bertani, ternyata dia juga punya keunggulan. Ternaknya berkembang biak, tanaman kopinya tumbuh subur dan berbuah lebat. Dalam waktu empat tahun dia sudah bisa membangun rumah yang lebih besar dan memperluas kebunnya. Orang-orang kampung isterinya berdatangan kepada Kuris untuk belajar cara mengelola ternak dan kebun. Kuris pun dengan senang hati memberikan petunjuknya. dst…
Sehari-hari dia membantu menggembalakan sapi milik kakaknya, Achmad. Ketika ayahandanya meninggal dunia, jabatan Depati digantikan oleh Achmad, yang kemudian bergelar Depati Kecik. Kuris muda masih melanjutkan kehidupannya sebagai pengurus dan penggembala ternak-ternak Depati Kecik sampai dia menikah dengan seorang perempuan cantik dari sebuah dusun terpencil di tepi Sungai Musi. Setelah menikah, Kuris tinggal di kampung isterinya. Dia membangun rumah sederhana di sana. Mulailah dia menjalani kehidupan baru. Di sini, Kuris yang sederhana, tetap sederhana. Dia jalani hidup sebagai petani. Memelihar ternak, berkebun kopi, menanam kelapa, dan memelihara ikan. Di kampung isterinya itu, Kuris sangat disenangi.
Dia suka menolong. Taat beribadah, berkepribadian baik, rendah hati dan ramah. Selain itu, dalam hal beternak dan bertani, ternyata dia juga punya keunggulan. Ternaknya berkembang biak, tanaman kopinya tumbuh subur dan berbuah lebat. Dalam waktu empat tahun dia sudah bisa membangun rumah yang lebih besar dan memperluas kebunnya. Orang-orang kampung isterinya berdatangan kepada Kuris untuk belajar cara mengelola ternak dan kebun. Kuris pun dengan senang hati memberikan petunjuknya. dst…
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.