100% ORIGINAL
Buku Cyberbullying Pada Remaja | Nia Agustiningsih | Buku Sosial
Rincian Produk
| Penulis | : Nia Agustiningsih |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : - |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Sosial |
| ISBN | : 978-623-02-5049-1 |
| Ukuran | : 15.5×23 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : viii, 60 hlm |
| Tahun | : 2022 |
| Berat | : 250 gram |
| SKU | : DP06425A |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 64.000 |
| Harga Promo | : Rp 57.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Cyberbullying pada Remaja Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa yang terjadi antara usia 11 dan 19 tahun. Masa remaja adalah fase perkembangan di mana individu mulai mengonsolidasikan rasa identitas, ditandai dengan fungsi otonom yang akan mengarah pada hidup mandiri serta mempertahankan koneksi yang aman dengan keluarga, teman sebaya, dan komunitas yang lebih luas (Sessa, 2016). Cyberbullying mengakibatkan dampak negatif yang signifikan terhadap kesejahteraan anak-anak dan remaja yang diekspresikan dalam emosi negatif seperti stress, kesedihan, kemarahan, frustrasi, rasa malu, kesepian, ketakutan, depresi, keinginan balas dendam dan pikiran untuk bunuh diri (Cabrera & Larrañaga, 2020; Kashy-Rosenbaum & Aizenkot, 2020; Rey et al., 2020; L. Wang, 2021). Korban cyberbullying mengakibatkan remaja mengalami masalah psikososial seperti malu, tidak berdaya, merasa tidak berharga karena adanya evaluasi teman sebaya yang negatif atau pengucilan sosial, yang selanjutnya dapat memperkuat evaluasi diri negatif remaja berkaitan dengan harga diri (Chu, Fan, Liu, & Zhou, 2018). Tindakan cyberbullying akan membuat korban merasa tertekan sehingga menimbulkan stress (Arslan, 2021). Adanya evaluasi teman sebaya yang negatif dan kesulitan dalam regulasi emosi cenderung membuat korban menarik dari pergaulan sosial sehingga remaja merasa kesepian dan merasa sendiri yang berakibat pada depresi (Jiang et al., 2020). Permasalahan psikologis tersebut mengakibatkan remaja memiliki kesejahteraan subjektif yang rendah diantaranya adalah kepuasan hidup yang rendah (González-Cabrera et al., 2020; Yubero et al., 2021). Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan kemampuan melakukan regulasi emosi pada remaja dalam menghadapi cyberbullying sehingga remaja memiliki harga diri yang positif yang akan meningkatkan kesejahteraan subjektif remaja. Menurut Jiang et al. (2020) bahwa kemampuan regulasi emosi akan menghambat atau mengurangi emosi negatif akibat dari cyberbullying. Pada buku ini dibahas tentang Bab 1. Fenomena Cyberbullying Bab 2. Definisi Remaja Bab 3. Konsep Cyberbullying Bab 4. Personal Resources, Emotion Regulation, Parenting Style, Social Support pada Korban Cyberbullying
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.

