Promo Mawbook
Halaman sedang dimuat
100% ORIGINAL
Buku Peran Bank Syariah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Dr. H. Muammar Arafat dkk - Buku Ekonomi Islam

Buku Peran Bank Syariah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Dr. H. Muammar Arafat dkk - Buku Ekonomi Islam

Rincian Produk
Rp 54.060Rp 45.700
Penulis: Dr. H. Muammar Arafat Yusmat, M.H. Dr. Adzan Noor Bakri, M.A.Ek. Shafirah Saleh, S.E.
Penerbit: Deepublish
Kategori: Ekonomi & Bisnis
Sub Kategori: Ekonomi Islam
ISBN: 978-623-02-4667-8
Ukuran: 14×20 cm
Isi Kertas: Black White
Cover: Soft Cover
Halaman: xiv, 97 hlm
Tahun: 2022
Berat: 250 gram
SKU: DP06243B
Ketersediaan: Ada
Kondisi: Baru
Harga Normal: Rp 54.060
Harga Promo: Rp 45.700

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Deskripsi Buku

Buku Peran Bank Syariah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Krisis ekonomi yang menjadi akibat dari pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 dan 2008. Krisis kali ini menghantam dan menghancurkan sektor penopang ekonomi bangsa ini yaitu sektor ril. Sektor adalah sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat menengah ke bawa yang jumlahnya tidak sedikit. Akibat pandemi, banyak dari sektor ril seperti usaha ekonomi kreatif, usaha kecil mikro dan menengah tertekan. Alasannya sederhana, pandemi ini tidak diprediksi datangnya dan melahirkan kebiasaan baru yang menjadi aturan seperti pembatasan social/interaksi, pembatasan perjalanan dan mobilitas, sehingga sektor usaha yang bergantung pada komunitas dan interaksi langsung menjadi lesu. Kenyataan bahwa banyak pelaku usaha yang bermitra dengan pihak bank untuk mendapatkan pembiayaan adalah hal yang biasa. Tidak sedikit pelaku usaha “gali lubang tutup lubang” untuk bertahan hidup. Fenomena ini bahkan menjadi kebiasaan yang lazim dijumpai. Di saat pembatasan gerak masyarakat, menyebabkan omset dari pelaku usaha menjadi menurun secara signifikan. Imbas dari itu pelaku usaha diminta untuk melakukan efisiensi mulai dari mengurangi beban tenaga kerja, hingga permohonan restrukturisasi hutang/pinjaman/kredit kepada bank. Kedua jalan ini ternyata tidak menyelesaikan masalah. Efisiensi tenaga kerja melahirkan pengangguran baru dan permohonan restrukturisasi melahirkan hutang jangka Panjang. Tidak hanya samalah pengangguran, masalah lain adalah terciptanya orang miskin baru akibat gagal bayar hutang. Beban biaya hidup menjadi naik, di sis lain ada keterbatasan untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Kebijakan penyaluran dana pemulihan ekonomi (PEN) dan restrukturisasi kredit ternyata tidak menyelesaikan masalah. Pelaku usaha kecil mikro tidak mendapatkan keringanan yang sifatnya jangka panjang, namun hanya solusi sesaat. Mereka harus bertahan dari ketidakpastian ekonomi. Situasi ini menuntut kehadiran bank syariah sebagai salah satu industri memosisikan dirinya sebagai Lembaga yang berpihak pada sektor ril. Peran nyata bank syariah bisa ditunjukkan melalui produk-produk yang menyentuh langsung dengan kebutuhan pelaku usaha kecil mikro. Saat ini beberapa produk yang telah ada berupa pembiayaan usaha kecil mikro dengan menerapkan akad murabahah. Akad Murabahah yang diimplementasikan sejauh ini menjadi nilai jual produk pembiayaan bank syariah dan dipandang memiliki diferensiasi dengan produk kredit usaha yang ada di bank konvensional. Secara konsep produk ini terlihat sangat berpihak pada sektor ril dan diklaim bebas dari transaksi yang merugikan, namun produk ini dipersepsikan sama dengan produk kredit yang ada di bank konvensional. Respons negatif dari beberapa pelaku usaha yang banyak beredar di media social tersebut mengindikasikan ada yang tidak baik dari produk bank syariah ini. Sejatinya bank syariah dipersepsikan sebagai bank bagi hasil, namun sebahagian besar produknya berbasis jual beli. Buku ini mencoba untuk memberikan gambaran bagaimana produk pembiayaan mikro dijalankan di bank syariah, apa yang menjadi kelemahan, dan kemudian ditawarkan model yang dianggap cocok dengan jati diri bank syariah.

Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
Next Post Previous Post