100% ORIGINAL
Buku Pembangunan Daerah Tertinggal Dalam Perspektif Sosial | Wirdanengsih, Syaiful Anwar | Buku Administrasi Negara
Rincian Produk
| Penulis | : La Ega, Muspida, Stenly J. Ferdinandus |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : - |
| Kategori | : SOSIAL dan HUMANIORA |
| Sub Kategori | : Administrasi Negara |
| ISBN | : 978-634-01-1257-3 |
| Ukuran | : 17.5×25 cm |
| Isi Kertas | : FC |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xiv, 62 hlm |
| Tahun | : 2025 |
| Berat | : 100 gram |
| SKU | : DP12748A |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 79.000 |
| Harga Promo | : Rp 70.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Bayangkan desa Anda punya ‘mata dan suara’ sendiri untuk mengawal setiap program pembangunan. Buku ini bukan sekadar panduan, tapi blueprint nyata untuk memberdayakan masyarakat agar monitoring proyek desa jadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Buku Administrasi Negara yang berjudul Buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat merupakan karya La Ega, Muspida dan Stenly J. Ferdinandus. Diketahui bahwa, dari serangkaian proses pelaksanaan pembangunan, monitoring merupakan salah bagian kegiatan yang strategis. Dikatakan strategis karena pelaksanaan monitoring ditujukan untuk: 1) menjamin terlaksananya kebijakan, program dan proyek sesuai dengan target dan rencana yang telah ditetapkan (on track–on schedule), 2) agar ada umpan balik terhadap kebijakan, program dan proyek, untuk diteruskan dan dilaksanakan dengan perbaikan atau dihentikan, 3) untuk membantu pemangku kepentingan belajar lebih banyak mengenai kebijakan, program dan proyek, dan 4) agar kebijakan, program dan proyek mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik secara transparan.
Selama ini pelibatan masyarakat dalam pembangunan umumnya masih terbatas pada tahapan kegiatan perencanaan, terutama hadir sebagai peserta dalam musrenbang. Tahap pelaksanaan pembangunan, monitoring dan evaluasi seluruhnya dikerjakan oleh pemerintah dan pihak ketiga. Di tahap ini, masyarakat masih ditempatkan sebagai oposan bukan mitra (partner). Pelaksanaan monitoring kegiatan pembangunan yang bersifat internal tersebut dipastikan ada yang berjalan tidak sebagaimana yang diharapkan sehingga data dan informasi yang dikumpulkan tidak mendukung secara penuh 4 tujuan dari monitoring yang disebutkan diatas. Hal ini sangat dimungkinkan terjadi, karena ada banyak desa di Indonesia yang masih sulit dijangkau akibat dari terbatasnya akses transportasi. Dalam monitoring, untuk menjangkau desa-desa ini dibutuhkan biaya yang sangat besar.
Mengacu dari gap dan berbagai tantangan yang dihadapi tersebut, maka buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat disusun, dengan tujuan agar masyarakat dapat dipersiapkan untuk melaksanakan monitoring program atau proyek di desanya secara mandiri. Inovasi ini selain akan meningkatkan keberhasilan pelaksanaan program/proyek, juga ada penyediaan data dan informasi primer dari masyarakat yang dapat digunakan oleh pengelola program sebagai pembanding untuk hasil monitoring internal. Masyarakat dan kelompok masyarakat dapat belajar secara mandiri langkah-langkah pelaksanaan monitoring partisipatif, mulai dari tahap persiapan, sosialisasi, pembentukan tim, pelatihan, pelaksanaan monitoring, analisis dan penyusunan laporan sampai kepada bagaimana langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyampaikan hasil monitoring kepada para pihak terkait.
Buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat sangat cocok dijadikan referensi bagi masyarakat, pemerintah dan para pihak dalam memperkuat dan meningkat keberhasilan pelaksanaan program atau proyek di desa.
Berikut Daftar Isi Buku Administrasi Negara yang berjudul Buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat, diantaranya:
- Mengenal Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa (MPMD): Pengantar Menuju Pengawasan Berbasis Masyarakat
- Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Konsep dan Praktik Efektif
- Strategi Menyusun Laporan Pengawasan Partisipatif di Desa
- Mempublikasikan Hasil MPMD: Strategi Penyampaian dan Forum diskusi
- Menjadi Bagian dari Perubahan: MPMD untuk Masa Depan Desa
Buku Administrasi Negara yang berjudul Buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat merupakan karya La Ega, Muspida dan Stenly J. Ferdinandus. Diketahui bahwa, dari serangkaian proses pelaksanaan pembangunan, monitoring merupakan salah bagian kegiatan yang strategis. Dikatakan strategis karena pelaksanaan monitoring ditujukan untuk: 1) menjamin terlaksananya kebijakan, program dan proyek sesuai dengan target dan rencana yang telah ditetapkan (on track–on schedule), 2) agar ada umpan balik terhadap kebijakan, program dan proyek, untuk diteruskan dan dilaksanakan dengan perbaikan atau dihentikan, 3) untuk membantu pemangku kepentingan belajar lebih banyak mengenai kebijakan, program dan proyek, dan 4) agar kebijakan, program dan proyek mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik secara transparan.
Selama ini pelibatan masyarakat dalam pembangunan umumnya masih terbatas pada tahapan kegiatan perencanaan, terutama hadir sebagai peserta dalam musrenbang. Tahap pelaksanaan pembangunan, monitoring dan evaluasi seluruhnya dikerjakan oleh pemerintah dan pihak ketiga. Di tahap ini, masyarakat masih ditempatkan sebagai oposan bukan mitra (partner). Pelaksanaan monitoring kegiatan pembangunan yang bersifat internal tersebut dipastikan ada yang berjalan tidak sebagaimana yang diharapkan sehingga data dan informasi yang dikumpulkan tidak mendukung secara penuh 4 tujuan dari monitoring yang disebutkan diatas. Hal ini sangat dimungkinkan terjadi, karena ada banyak desa di Indonesia yang masih sulit dijangkau akibat dari terbatasnya akses transportasi. Dalam monitoring, untuk menjangkau desa-desa ini dibutuhkan biaya yang sangat besar.
Mengacu dari gap dan berbagai tantangan yang dihadapi tersebut, maka buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat disusun, dengan tujuan agar masyarakat dapat dipersiapkan untuk melaksanakan monitoring program atau proyek di desanya secara mandiri. Inovasi ini selain akan meningkatkan keberhasilan pelaksanaan program/proyek, juga ada penyediaan data dan informasi primer dari masyarakat yang dapat digunakan oleh pengelola program sebagai pembanding untuk hasil monitoring internal. Masyarakat dan kelompok masyarakat dapat belajar secara mandiri langkah-langkah pelaksanaan monitoring partisipatif, mulai dari tahap persiapan, sosialisasi, pembentukan tim, pelatihan, pelaksanaan monitoring, analisis dan penyusunan laporan sampai kepada bagaimana langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyampaikan hasil monitoring kepada para pihak terkait.
Buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat sangat cocok dijadikan referensi bagi masyarakat, pemerintah dan para pihak dalam memperkuat dan meningkat keberhasilan pelaksanaan program atau proyek di desa.
Berikut Daftar Isi Buku Administrasi Negara yang berjudul Buku Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Menjadi Mata dan Suara Masyarakat, diantaranya:
- Mengenal Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa (MPMD): Pengantar Menuju Pengawasan Berbasis Masyarakat
- Monitoring Partisipatif Masyarakat Desa: Konsep dan Praktik Efektif
- Strategi Menyusun Laporan Pengawasan Partisipatif di Desa
- Mempublikasikan Hasil MPMD: Strategi Penyampaian dan Forum diskusi
- Menjadi Bagian dari Perubahan: MPMD untuk Masa Depan Desa
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.