100% ORIGINAL
Buku Metode Penelitian Ilmu Administrasi | Yulianto Kadji, M.Si | Buku Administrasi Negara
Rincian Produk
| Penulis | : Yulianto Kadji, M.Si |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : Universitas Negeri Gorontalo |
| Kategori | : Ekonomi & Bisnis |
| Sub Kategori | : Administrasi Negara |
| ISBN | : 978-602-401-636-4 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xiv, 176 hlm |
| Tahun | : 2017 |
| Berat | : 200 gram |
| SKU | : DP01909A |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 75.000 |
| Harga Promo | : Rp 66.500 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Metode Penelitian Ilmu Administrasi | Sebagai titian awal menuju penulisan lebih lanjut, penulis menguraikan dulu apa yang dimaksud dengan penelitian atau riset itu, yang diakomodir dari berbagai pendapat para ahli. Riset dalam kamus Webster, diartikan memeriksa atau mencari kembali. Riset sebagai suatu aktivitas pemeriksaan atau pengujian yang cermat, teliti dan kritis dalam mencari fakta untuk menemukan dan memastikan suatu hal. Umar mengemukakan bahwa riset adalah suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode ilmiah. Dengan demikian riset memiliki tiga hal penting, yaitu: sasaran, usaha untuk mencapai sasaran, serta metode ilmiah 1. Soeparmoko mengemukakan bahwa penelitian adalah usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru. Dapat pula diartikan bahwa penelitian sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia. Hasrat ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk melakukan kegiatan penelitian. Jadi, mengadakan suatu penelitian adalah untuk mempertanyakan sesuatu hal untuk mendapatkan jawabannya 2.Mayer & Greenwood mengemukakan bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang dijalankan dengan bantuan prosedur-prosedur yang akan menambah khasanah pengetahuan (body of knowledge) 3. Kerlinger menyebutkan bahwa penelitian ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis, tentang fenomena-fenomena alami, dengan dipandu oleh teori dan hipotesis-hipotesis tentang hubungan yang dikia terdapat antara fenomena-fenomena itu. Dari definisi tersebut paling tidak, terdapat dua indikator yang perlu digarisbawahi. Pertama, kalau kita berkata bahwa penelitian ilmiah bersifat sistematis dan terkontrol, ini berarti bahwa penelitian ilmiah tertata dengan cara tertentu sehingga peneliti dapat memiliki keyakinan kritis mengenai hasil penelitian. Kedua, penelitian bersifat empiris. Jika ilmuwan berpendapat bahwa sesuatu adalah “begini”, dia harus menggunakan cara tertentu untuk menguji keyakinannya itu dengan sesuatu di luar diri si ilmuwan. Dengan kata lain, pendapat atau keyakinan subyektif harus diperiksa dengan menghadapkannya pada realitas obyektif. Ilmuwan mestinya selalu menghadapkan pemikiran-pemikirannya pada “majelis” telaah dan uji empirik. Ilmuwan bersifat hiperkritis terhadap hasil penelitiannya sendiri maupun orang lain.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.