100% ORIGINAL
Buku Konsep Pendidikan Sang Pembaharu Yang Beengaruh Edisi Perenial Upaya Membangun Konsep Filsafat Pendidikan Muhammad Abduh | Sehat Sultoni Dalimunthe | Buku Filsafat
Rincian Produk
| Penulis | : Sehat Sultoni Dalimunthe |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : - |
| Kategori | : Agama & Filsafat |
| Sub Kategori | : Filsafat |
| ISBN | : 978-623-02-5745-2 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xvi, 203 hlm |
| Tahun | : 2022 |
| Berat | : 400 gram |
| SKU | : DP07057A |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 83.000 |
| Harga Promo | : Rp 73.500 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Konsep Pendidikan Sang Pembaharu yang Berpengaruh Edisi Perenial Upaya Membangun Konsep Filsafat Pendidikan Muhammad Abduh
Muhammad Abduh yang lahir pada zaman modern di mana pengaruh Barat sangat signifikan di Mesir, termasuk dalam bidang pendidikan. Sebelum tokoh ini mengenal wacana westernisasi dari Jamaluddin al-Afghani, kelihatannya ia memiliki sikap yang kritis dan rasional juga. Hal itu bisa dilihat ketika dia tidak menyukai “metode menghafal” tanpa pemahaman dalam proses pendidikan. Abduh membebaskan akal pikiran dari belenggu-belenggu taklid yang menghambat perkembangan pengetahuan agama sebagaimana halnya Salaf al-Ummah, sebelum timbulnya perpecahan; yakni memahami langsung dari sumber pokoknya, yaitu Al-Qur’an. Kelak ketika, Muhammad Abduh menjadi anggota Majlis Tinggi al-Azhar, sebagai seorang pembaharu ia mereformasi kurikulum untuk tidak mengatakan perubahan. Sebelum al-Azhar disentuh oleh para pembaharu, salah satunya Muhammad Abduh, kurikulum yang diajarkan terbatas pada ilmu-ilmu agama (al-’ulûm al-dîniyyah). Muhammad Abduh memasukkan mata kuliah matematika, aljabar, ilmu ukur, dan ilmu bumi dalam kurikulum al-Azhar. Pembaharuan Abduh ini tentu mendapatkan tantangan dari golongan konservatif. “Ajal” pembaharuan Muhammad Abduh di al-Azhar hadir ketika yang memangku jabatan rektor ke-25, Salim al-Basyari. Ia membatalkan kurikulum ilmu-ilmu umum yang dimasukkan oleh Muhammad Abduh Sekalipun Muhammad Abduh fasih dengan literatur Barat dan pernah menetap di Eropa, namun pola pembaharuan pendidikannya menurut W. Montgomery Watt berorientasi pada sumber Islam yang murni bukan seperti pembaharu lainnya di Mesir yang liberal. Untuk memajukan Islam, Muhammad Abduh berpendapat harus mempertahankan prinsip-prinsip Islam. Sarana yang efektif untuk kemajuan itu menurutnya adalah pendidikan.
Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya:
- Prolog
- Biografi Muhammad Abduh
- Dasar-Dasar Pendidikan Menurut Muhammad Abduh
- Komponen Pendidikan Menurut Muhammad Abduh
Epilog
Muhammad Abduh yang lahir pada zaman modern di mana pengaruh Barat sangat signifikan di Mesir, termasuk dalam bidang pendidikan. Sebelum tokoh ini mengenal wacana westernisasi dari Jamaluddin al-Afghani, kelihatannya ia memiliki sikap yang kritis dan rasional juga. Hal itu bisa dilihat ketika dia tidak menyukai “metode menghafal” tanpa pemahaman dalam proses pendidikan. Abduh membebaskan akal pikiran dari belenggu-belenggu taklid yang menghambat perkembangan pengetahuan agama sebagaimana halnya Salaf al-Ummah, sebelum timbulnya perpecahan; yakni memahami langsung dari sumber pokoknya, yaitu Al-Qur’an. Kelak ketika, Muhammad Abduh menjadi anggota Majlis Tinggi al-Azhar, sebagai seorang pembaharu ia mereformasi kurikulum untuk tidak mengatakan perubahan. Sebelum al-Azhar disentuh oleh para pembaharu, salah satunya Muhammad Abduh, kurikulum yang diajarkan terbatas pada ilmu-ilmu agama (al-’ulûm al-dîniyyah). Muhammad Abduh memasukkan mata kuliah matematika, aljabar, ilmu ukur, dan ilmu bumi dalam kurikulum al-Azhar. Pembaharuan Abduh ini tentu mendapatkan tantangan dari golongan konservatif. “Ajal” pembaharuan Muhammad Abduh di al-Azhar hadir ketika yang memangku jabatan rektor ke-25, Salim al-Basyari. Ia membatalkan kurikulum ilmu-ilmu umum yang dimasukkan oleh Muhammad Abduh Sekalipun Muhammad Abduh fasih dengan literatur Barat dan pernah menetap di Eropa, namun pola pembaharuan pendidikannya menurut W. Montgomery Watt berorientasi pada sumber Islam yang murni bukan seperti pembaharu lainnya di Mesir yang liberal. Untuk memajukan Islam, Muhammad Abduh berpendapat harus mempertahankan prinsip-prinsip Islam. Sarana yang efektif untuk kemajuan itu menurutnya adalah pendidikan.
Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya:
- Prolog
- Biografi Muhammad Abduh
- Dasar-Dasar Pendidikan Menurut Muhammad Abduh
- Komponen Pendidikan Menurut Muhammad Abduh
Epilog
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.