100% ORIGINAL
Buku Kehidupan Nyai Di Hindia Belanda Tahun 1900-1942 Karya Elfa Michellia Karima - Buku Sejarah
Rincian Produk
| Penulis | : Elfa Michellia Karima |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : Universitas Negeri Padang |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Sejarah |
| ISBN | : 978-623-02-8492-2 |
| Ukuran | : 17.5×25 cm |
| Isi Kertas | : Black White |
| Cover | : Softcover |
| Halaman | : viii, 70 hlm |
| Tahun | : 2024 |
| Berat | : 200 gram |
| SKU | : DP09863A |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 123.600 |
| Harga Promo | : Rp 90.800 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Kehidupan Nyai di Hindia Belanda Tahun 1900-1942
Perekonomian pribumi sangat bergantung pada tindakan politik pemerintah kolonial. Sebagai negara yang difungsikan sebagai wilayah eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan negaranya sendiri, Hindia Belanda menerapkan sistem perekonomian yang menguntungkan negara. Dengan semakin banyaknya produk pertanian di pasar global, Belanda mengembangkan sistem pertaniannya. Belanda ingin setiap masyarakat adat ikut serta dalam pekerjaan wajib dan membudidayakan tanaman wajib guna memasarkannya di pasar global. Akibatnya, penduduk Jawa Barat terpaksa mengolah lahan pertaniannya dengan tanaman tertentu dan hasil panennya dibeli oleh pemerintah Belanda. Akibat kebutuhan pekerja buruh oleh pemerintah Belanda, maka penduduk pribumi pun menjadi buruh di perkebunan tersebut, baik laki-laki dan perempuan, bahkan anak-anak. Hal tersebut karena adanya masalah keuangan dalam keluarganya. Hal tersebutlah yang akan menjadi cikal bakal munculnya Nyai di Jawa Barat.
Buku sejarah ini memaparkan pergundikan yang terjadi di masa kolonial tahun 1900–1942, meliputi cikal bakal munculnya Nyai pada masa kolonial dan dampak yang ditimbulkan, baik dampak baik maupun dampak buruk, serta kebijakan dan peraturan pemerintah Belanda untuk para pegawai sipil, tentara Belanda, dan rakyat pribumi yang melakukan pernikahan campuran dengan gundik atau yang disebut dengan Nyai.
Berikut Daftar Isi Buku Sejarah yang berjudul Buku Kehidupan Nyai di Hindia Belanda Tahun 1900-1942, diantaranya:
- Di Balik Munculnya Nyai Di Tanah Koloni
- Kemunculan Nyai Abad Ke-19
- Perkembangan Kehidupan Perempuan Pribumi Sebagai Nyai
- Persepsi Akhir Pergundikan Di Tanah Kolonial
Perekonomian pribumi sangat bergantung pada tindakan politik pemerintah kolonial. Sebagai negara yang difungsikan sebagai wilayah eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan negaranya sendiri, Hindia Belanda menerapkan sistem perekonomian yang menguntungkan negara. Dengan semakin banyaknya produk pertanian di pasar global, Belanda mengembangkan sistem pertaniannya. Belanda ingin setiap masyarakat adat ikut serta dalam pekerjaan wajib dan membudidayakan tanaman wajib guna memasarkannya di pasar global. Akibatnya, penduduk Jawa Barat terpaksa mengolah lahan pertaniannya dengan tanaman tertentu dan hasil panennya dibeli oleh pemerintah Belanda. Akibat kebutuhan pekerja buruh oleh pemerintah Belanda, maka penduduk pribumi pun menjadi buruh di perkebunan tersebut, baik laki-laki dan perempuan, bahkan anak-anak. Hal tersebut karena adanya masalah keuangan dalam keluarganya. Hal tersebutlah yang akan menjadi cikal bakal munculnya Nyai di Jawa Barat.
Buku sejarah ini memaparkan pergundikan yang terjadi di masa kolonial tahun 1900–1942, meliputi cikal bakal munculnya Nyai pada masa kolonial dan dampak yang ditimbulkan, baik dampak baik maupun dampak buruk, serta kebijakan dan peraturan pemerintah Belanda untuk para pegawai sipil, tentara Belanda, dan rakyat pribumi yang melakukan pernikahan campuran dengan gundik atau yang disebut dengan Nyai.
Berikut Daftar Isi Buku Sejarah yang berjudul Buku Kehidupan Nyai di Hindia Belanda Tahun 1900-1942, diantaranya:
- Di Balik Munculnya Nyai Di Tanah Koloni
- Kemunculan Nyai Abad Ke-19
- Perkembangan Kehidupan Perempuan Pribumi Sebagai Nyai
- Persepsi Akhir Pergundikan Di Tanah Kolonial
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.