100% ORIGINAL
Buku Filsafat Ilmu : Hakikat Mencari Pengetahuan | Ahmad Taufik Nasution | Buku Administrasi Negara
Rincian Produk
| Penulis | : Ahmad Taufik Nasution |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : SMA N 1 Bangun Purba |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Administrasi Negara |
| ISBN | : 978-602-401-427-8 |
| Ukuran | : 15.5×23 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : x, 134 hlm |
| Tahun | : 2016 |
| Berat | : 200 gram |
| SKU | : DP01187A |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 94.000 |
| Harga Promo | : Rp 83.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Filsafat Ilmu : Hakikat Mencari Pengetahuan | Buku ini ditulis sebagai salah satu sumber bahan referensi mata kuliah Filsafat Ilmu di Perguruan Tinggi. Disamping itu untuk bahan pengembangkan materi pembuatan makalah mata kuliah Filsafat Ilmu. Sebagaimana diketahui mata kuliah ini mendapat perhatian mahasiswa karena salah satu mata kuliah yang menurut mahasiswa “membingungkan,” padahal sebenarnya dimungkinkan karena mahasiswa belum pernah belajar Pengantar Filsafat atau Filsafat Ilmu atau mungkin tidak pernah atau juga jarang sekali mahasiswa membaca buku-buku yang berkaitan dengan filsafat dan tokoh-tokoh filsafat. Menurut Prof. Dr. Ahmad Tafsir mahasiswa diharapkan membaca buku-buku filsafat ilmu, dengan sendirinya, nanti mereka akan mengetahui apa itu filsafat dan pentingnya filsafat bagi perjalanan dan perkembangan sejarah ilmu pengetahuan. Buku ini merupakan pengembangan dari makalah-makalah mahasiswa penerima Beasiswa S.2 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2008-2010, dan sebagaian dari dinamika diskusi dan makalah mahasiswa di STAI Serdang Lubuk Pakam, Deli Serdang tahun 2011-2015. Pengetahuan (knowledge) adalah bagian yang esensial dari eksistensi manusia, karena pengetahuan merupakan buah dan aktivitas berpikir yang dilakukan manusia berpikir (nathiqiyyah) merupakan differensia (al-fashl) yang memisahkan manusia dari semua genus lainnya, yaitu seperti hewan. Masalah pengetahuan manusia telah menjadi polemik yang cukup panjang di kalangan para filosof, baik di dunia Barat maupun dunia Islam. Polemik itu berkisar pada masalah: apakah justru pengetahuan itu ada atau tidak (kaum sofis; pecinta kebijaksanaan seperti Georgias, Pyrho); pengetahuan ada kalau kita berpikir (Rene Descartes dengan Cogito Ergosum-nya), Keraguan adalah kendaraan yang mengantarkan kepada keyakinan (Imam al-Ghazali yang pernah meragukan keberadaan realitas). Sebenarnya yang dimaksud dengan “ilmu pengetahuan” masih perlu diuraikan lebih lanjut. Namun secara sederhana ilmu pengetahuan dapat diartikan “sebagai pengetahuan yang diatur secara sistematis dan langkah-langkah pencapaiannya dipertang-gungjawabkan secara teoritis.”6 Berbeda dengan pengetahuan, ilmu (pengetahuan) tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan sebagai satu putusan tersendiri.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.