100% ORIGINAL
Buku Filsafat Ilmu Dan Logika Manajemen Dan Pariwisata | I Gusti Bagus Rai Utama | Buku Filsafat
Rincian Produk
| Penulis | : I Gusti Bagus Rai Utama |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : Universitas Dhyana Pura Bali |
| Kategori | : Agama & Filsafat |
| Sub Kategori | : Filsafat |
| ISBN | : 978-623-02-2384-6 |
| Ukuran | : 15.5×23 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : x, 115 hlm |
| Tahun | : 2021 |
| Berat | : 200 gram |
| SKU | : DP04723A |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 97.000 |
| Harga Promo | : Rp 85.600 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Filsafat Ilmu dan Logika Manajemen dan Pariwisata Manusia mencari kebenaran dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mendapatkan kebenaran karena
(1) ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-struktur teori dan uji konsistensi internalnya. Dalam pengetahuan dapat dilakukan tes ataupun pengujian secara empiris/faktual, sedangkan akal sehat biasanya tidak dapat dilakukan pengujian.
(2) Ilmu pengetahuan, teori, dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual, sedangkan orang yang bukan ilmuwan hanya dengan cara selektif.
(3) Ilmu pengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis dan pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan.
(4) Dalam menerangkan hubungan antarfenomena, ilmuwan melakukannya dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisika.
(5) Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah.
Untuk dapat memahami hakikat dari sebuah ilmu diperlukan filsafat ilmu. Semua pengetahuan memiliki landasan ontologis, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh pancaindra manusia. Epistemologi mempelajari tentang hakikat dari pengetahuan, justifikasi, dan rasionalitas keyakinan.
(1) ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-struktur teori dan uji konsistensi internalnya. Dalam pengetahuan dapat dilakukan tes ataupun pengujian secara empiris/faktual, sedangkan akal sehat biasanya tidak dapat dilakukan pengujian.
(2) Ilmu pengetahuan, teori, dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual, sedangkan orang yang bukan ilmuwan hanya dengan cara selektif.
(3) Ilmu pengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis dan pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan.
(4) Dalam menerangkan hubungan antarfenomena, ilmuwan melakukannya dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisika.
(5) Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah.
Untuk dapat memahami hakikat dari sebuah ilmu diperlukan filsafat ilmu. Semua pengetahuan memiliki landasan ontologis, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh pancaindra manusia. Epistemologi mempelajari tentang hakikat dari pengetahuan, justifikasi, dan rasionalitas keyakinan.
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.