100% ORIGINAL
Buku Etnografi Toke: Studi Sosial Ekonomi Pedesaan | M. Rawa El Amady | Buku Ekonomi Pembangunan
Rincian Produk
| Penulis | : M. Rawa El Amady |
| Penerbit | : Deepublish |
| Institusi | : - |
| Kategori | : Ekonomi & Bisnis |
| Sub Kategori | : Ekonomi Pembangunan |
| ISBN | : 978-623-02-6131-2 |
| Ukuran | : 15.5×23 cm |
| Isi Kertas | : BW |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xii, 145 hlm |
| Tahun | : 2023 |
| Berat | : 400 gram |
| SKU | : DP07502A |
| Ketersediaan | : Pesan Dahulu |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 108.000 |
| Harga Promo | : Rp 95.100 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Etnografi Toke: Studi Sosial Ekonomi Pedesaan Toke dikenal sangat luas dan bisa dijumpai pada masyarakat pedesaan yang berdiam di pesisir dan pinggir sungai di Indonesia. Pada masyarakat pesisir dan pinggir sungai, toke sudah merupakan perlembagaan ekonomi yang sangat penting bagi kelanjutan konsumsi dan kehidupan sosial. Masyarakat desa akan mengalami ancaman kelaparan jika perlembagaan toke ini hilang pada tata tatanan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Toke bertindak sebagai ekosistem ekonomi desa yang menyediakan akses pasar pasca produksi, jaminan konsumsi dan produksi. Tanpa toke produksi perkebunan dan nelayan di pedesaan tidak ada yang membeli, begitu juga tidak tersedia produk kebutuhan konsumsi dasar di pedesaan. Toke juga berperan sebagai aktor kebudayaan, terutama budaya ekonomi, nilai-nilai budaya dan sosial yang hidup di pedesaan.
Toke menjadi faktor penting untuk menyukseskan program-program pembangunan di pedesaan. Selain itu toke juga menjadi pintu bagi kapitalis global menjangkau ke rumah tangga di pedesaan. Buku menjelaskan aspek kultural pada toke. Selama ini toke selalu dijelaskan melalui pendekatan hubungan patron – klien. Toke sebagai patron, sedang warga yang berutang adalah klien. Studi ini menjelaskan bahwa tuake merupakan institusi ekonomi di desa yang berbasis pada budaya utang. Hubungan toke dan klien bukan hanya terbatas pada hubungan patron-klien, tetapi merupakan hubungan kultural yang berbasis utang. Toke memproduksi budaya utang untuk menjalankan perniagaannya. Warga pun memandang utang bukanlah sesuatu yang naif tetapi merupakan jalan keluar untuk ekonomi rumah tangga. Begitu juga tanpa utang, perniagaan toke tidak akan bertahan. Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya:
- Prolog
- Definisi dan Studi-Studi tentang Toke
- Pola-pola Bisnis Toke
- Strategi Bertahan Toke
- Perubahan Pola Bisnis Toke
- Reproduksi Budaya Utang
- Refleksi Kebijakan: Desa Sebagai Arena Kontestasi
- Refleksi Teoretis
Toke menjadi faktor penting untuk menyukseskan program-program pembangunan di pedesaan. Selain itu toke juga menjadi pintu bagi kapitalis global menjangkau ke rumah tangga di pedesaan. Buku menjelaskan aspek kultural pada toke. Selama ini toke selalu dijelaskan melalui pendekatan hubungan patron – klien. Toke sebagai patron, sedang warga yang berutang adalah klien. Studi ini menjelaskan bahwa tuake merupakan institusi ekonomi di desa yang berbasis pada budaya utang. Hubungan toke dan klien bukan hanya terbatas pada hubungan patron-klien, tetapi merupakan hubungan kultural yang berbasis utang. Toke memproduksi budaya utang untuk menjalankan perniagaannya. Warga pun memandang utang bukanlah sesuatu yang naif tetapi merupakan jalan keluar untuk ekonomi rumah tangga. Begitu juga tanpa utang, perniagaan toke tidak akan bertahan. Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya:
- Prolog
- Definisi dan Studi-Studi tentang Toke
- Pola-pola Bisnis Toke
- Strategi Bertahan Toke
- Perubahan Pola Bisnis Toke
- Reproduksi Budaya Utang
- Refleksi Kebijakan: Desa Sebagai Arena Kontestasi
- Refleksi Teoretis
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.