100% ORIGINAL
Buku Belajar tentang Majalengka Restu Ahmad Nugraha Septian, S.Pd., M.Pd. - Buku Sosiologi
Rincian Produk
| Penulis | : Restu Ahmad Nugraha Septian, S.Pd., M.Pd. |
| Penerbit | : Deepublish |
| Kategori | : Sosial & Humaniora |
| Sub Kategori | : Sosiologi |
| ISBN | : 978-634-01-1411-9 |
| Ukuran | : 14×20 cm |
| Isi Kertas | : Black White |
| Cover | : Soft Cover |
| Halaman | : xiv, 153 hlm |
| Tahun | : 2025 |
| Berat | : 300 gram |
| SKU | : DP12899A |
| Ketersediaan | : Ada |
| Kondisi | : Baru |
| Harga Normal | : Rp 130.000 |
| Harga Promo | : Rp 114.200 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Deskripsi Buku
Buku Belajar Tentang Majalengka
Sosial Budaya yang berjudul Buku Belajar Tentang Majalengka merupakan karya Restu Ahmad Nugraha Septian. Majalengka adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki keanekaragaman alam, budaya, dan potensi ekonomi. Wilayah ini dikenal sebagai “Kota Angin” karena kondisi geografisnya yang berangin, sekaligus menjadi pusat pertanian, pariwisata, dan sejarah yang menarik untuk dipelajari. Kabupaten Majalengka terbagi menjadi 26 kecamatan, 13 kelurahan, dan 330 desa. Jarak antar wilayah bervariasi, mulai dari yang paling dekat hingga yang terjauh sejauh 37 kilometer. Kecamatan Lemahsugih adalah wilayah yang paling jauh dari pusat pemerintahan kabupaten. Dari Majalengka sebagai ibukota kabupaten, jaraknya ke Kota Bandung (ibukota Provinsi Jawa Barat) sekitar 91 kilometer, dan ke Jakarta (ibukota negara) sekitar 245 kilometer. Kabupaten Majalengka memiliki penduduk yang mayoritas berasal dari suku Sunda, sehingga bahasa Sunda menjadi bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Bahasa ini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat. Sementara itu, di wilayah Pekaleran atau Majalengka bagian utara yang meliputi Kecamatan Jatitujuh, Ligung, dan Sumberjaya, mayoritas penduduknya berasal dari suku Cirebon. Bahasa yang digunakan di daerah tersebut adalah bahasa Cirebon dan Dermayon, yang termasuk dalam rumpun bahasa Jawa dialek pesisir. Keberadaan bahasa dan budaya Cirebon ini menambah kekayaan bahasa daerah di Kabupaten Majalengka, sekaligus mencerminkan harmoni antar budaya yang hidup berdampingan di wilayah ini.
Buku ini ditulis dengan tujuan agar pembaca, khususnya yang lahir dan bertempat tinggal di Majalengka, dapat mengenal lebih jauh tentang Majalengka, sehingga tumbuh rasa bangga, cinta, dan kepedulian terhadap daerahnya. Buku ini berisi informasi mengenai Majalengka yang meliputi profil wilayah, keunikan, potret desa, potensi pariwisata, kekayaan, sejarah, serta tokoh-tokoh yang telah berkontribusi bagi kemajuan daerah. Dengan penyajian yang sederhana dan mudah dipahami, diharapkan buku ini dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus media pembelajaran yang menarik bagi pembaca, khususnya generasi muda Majalengka. Buku Belajar Tentang Majalengka ini dapat menjadi salah satu langkah kecil dalam mengenalkan dan melestarikan kekayaan Majalengka kepada generasi penerus bangsa.
Berikut Daftar Isi Buku Sosial Budaya yang berjudul Buku Belajar Tentang Majalengka, diantaranya:
- Bagaimana Profil Majalengka?
- Berbagai Keunikan di Majalengka
- Rupa-Rupa Desa di Majalengka
- Bagaimana Pariwisata di Majalengka?
- Bagaimana Kekayaan di Majalengka?
- Bagaimana Sejarah di Majalengka?
- Para Tokoh Hebat dari Majalengka
Sosial Budaya yang berjudul Buku Belajar Tentang Majalengka merupakan karya Restu Ahmad Nugraha Septian. Majalengka adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki keanekaragaman alam, budaya, dan potensi ekonomi. Wilayah ini dikenal sebagai “Kota Angin” karena kondisi geografisnya yang berangin, sekaligus menjadi pusat pertanian, pariwisata, dan sejarah yang menarik untuk dipelajari. Kabupaten Majalengka terbagi menjadi 26 kecamatan, 13 kelurahan, dan 330 desa. Jarak antar wilayah bervariasi, mulai dari yang paling dekat hingga yang terjauh sejauh 37 kilometer. Kecamatan Lemahsugih adalah wilayah yang paling jauh dari pusat pemerintahan kabupaten. Dari Majalengka sebagai ibukota kabupaten, jaraknya ke Kota Bandung (ibukota Provinsi Jawa Barat) sekitar 91 kilometer, dan ke Jakarta (ibukota negara) sekitar 245 kilometer. Kabupaten Majalengka memiliki penduduk yang mayoritas berasal dari suku Sunda, sehingga bahasa Sunda menjadi bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Bahasa ini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat. Sementara itu, di wilayah Pekaleran atau Majalengka bagian utara yang meliputi Kecamatan Jatitujuh, Ligung, dan Sumberjaya, mayoritas penduduknya berasal dari suku Cirebon. Bahasa yang digunakan di daerah tersebut adalah bahasa Cirebon dan Dermayon, yang termasuk dalam rumpun bahasa Jawa dialek pesisir. Keberadaan bahasa dan budaya Cirebon ini menambah kekayaan bahasa daerah di Kabupaten Majalengka, sekaligus mencerminkan harmoni antar budaya yang hidup berdampingan di wilayah ini.
Buku ini ditulis dengan tujuan agar pembaca, khususnya yang lahir dan bertempat tinggal di Majalengka, dapat mengenal lebih jauh tentang Majalengka, sehingga tumbuh rasa bangga, cinta, dan kepedulian terhadap daerahnya. Buku ini berisi informasi mengenai Majalengka yang meliputi profil wilayah, keunikan, potret desa, potensi pariwisata, kekayaan, sejarah, serta tokoh-tokoh yang telah berkontribusi bagi kemajuan daerah. Dengan penyajian yang sederhana dan mudah dipahami, diharapkan buku ini dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus media pembelajaran yang menarik bagi pembaca, khususnya generasi muda Majalengka. Buku Belajar Tentang Majalengka ini dapat menjadi salah satu langkah kecil dalam mengenalkan dan melestarikan kekayaan Majalengka kepada generasi penerus bangsa.
Berikut Daftar Isi Buku Sosial Budaya yang berjudul Buku Belajar Tentang Majalengka, diantaranya:
- Bagaimana Profil Majalengka?
- Berbagai Keunikan di Majalengka
- Rupa-Rupa Desa di Majalengka
- Bagaimana Pariwisata di Majalengka?
- Bagaimana Kekayaan di Majalengka?
- Bagaimana Sejarah di Majalengka?
- Para Tokoh Hebat dari Majalengka
Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.