100% ORIGINAL
Buku Pemetaan Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal Indonesia | Susi Fitria Dewi & Agahirber | Buku Sosial

Buku Pemetaan Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal Indonesia | Susi Fitria Dewi & Agahirber | Buku Sosial

Rincian Produk
Rp 109.000 Rp 96.000
Penulis: Susi Fitria Dewi dan Agahirber
Penerbit: Deepublish
Institusi: -
Kategori: Sosial & Humaniora
Sub Kategori: Sosial
ISBN: 978-623-02-6284-5
Ukuran:  17,5×25 cm
Isi Kertas: BW
Cover: Soft Cover
Halaman: xvi, 122 hlm
Tahun: 2023
Berat: 400 gram
SKU: DP07661B
Ketersediaan: Pesan Dahulu
Kondisi: Baru
Harga Normal: Rp 109.000
Harga Promo: Rp 96.000

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Deskripsi Buku

Buku Pemetaan Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal Indonesia Indonesia merupakan negara besar yang dijuluki sebagai “archipelagic state”. Kondisi demikian di samping membuat Indonesia sebagai negara yang majemuk karena terdiri atas beragam suku, ras, dan agama, juga dengan hal itu akan berpotensi menjadi pemicu suatu konflik. Konflik yang kerap terjadi memerlukan mekanisme penyelesaian yang diharapkan mampu menjembatani pihak-pihak yang bersengketa. Dalam penulisan ini diuraikan pemetaan berbagai mekanisme resolusi konflik berbasis kearifan lokal (local wisdom), para pihak yang terlibat dalam prosesinya, dan nilai-nilai apa saja yang menjadi falsafah dalam pengaktualisasian resolusi konflik terkhusus bagi masyarakat adat setempat. Dari sejumlah 29 masyarakat adat yang dijadikan sebagai contoh penerapan resolusi konflik berbasis kearifan lokal pada buku ini, maka pada dasarnya terdapat nilai-nilai yang menjadi landasan filosofis dalam mengatur sesuatu yang menyangkut keagamaan, wilayah adat, warga adat, dan sanksi. Kesemua nilai-nilai itu ditransformasikan menjadi aturan-aturan yang berorientasi pada proses perwujudan kehidupan yang aman, tenteram, tertib, dan sentosa. Seperti halnya di Aceh terdapat nilai suloh dan peusijiuek, Batak terdapat Dalihan Natolu, Minangkabau terdapat prinsip bajanjang naiak, batanggo turun, Bali terdapat awig-awig, sampai falsafah satu tungku tiga batu di masyarakat Papua. Secara umum mekanisme mediasi melalui musyawarah yang dipimpin oleh kepala adat sudah menjadi satu kesamaan dalam resolusi konflik berbasis kearifan lokal dengan harapan adanya win-win solution. Akan tetapi dalam mekanismenya terdapat corak pusparagam yang tentunya disesuaikan dengan filosofi nilai-nilai yang berlaku di kalangan masyarakat adat. Inilah yang menjadi dimensi keunikan sekaligus keistimewaan Indonesia sebagai suatu wilayah yang besar dan diisi oleh berbagai macam masyarakat adat dengan kekhasannya masing-masing. Semoga dengan buku ini dapat menghadirkan sajian kompilasi khazanah kearifan lokal Indonesia sebagai suatu referensi tambahan bagi pembaca yang budiman dalam mempelajari supremasi hukum dengan mekanisme nonlitigasi. Buku ini berupaya menjelaskan secara ringkas kearifan lokal dua puluh sembilan (29) masyarakat adat yang ada di Indonesia yakni dari Sabang sampai Merauke. Buku hendak menunjukkan bahwa masyarakat adat Indonesia memiliki persamaan yakni mengedepankan musyawarah dalam menghadapi berbagai persoalan. Namun juga memiliki kekhasan dalam menempatkan posisi kepemimpinan adatnya dalam ketika menetapkan berbagai keputusan, sebagaimana cerminan dari nilai-nilai Pancasila. Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya:
  • Prolog
  • Resolusi Konflik dalam Kearifan Lokal Masyarakat Adat di Bagian Barat Indonesia
  • Resolusi Konflik dalam Kearifan Lokal Masyarakat Adat di Bagian Tengah Indonesia
  • Resolusi Konflik dalam Kearifan Lokal Masyarakat Adat di Bagian Timur Indonesia


Preview Isi Buku & Detail
PlaceholderGambar 1 - Pemetaan Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal IndonesiaGambar 2 - Pemetaan Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal IndonesiaGambar 3 - Pemetaan Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal Indonesia

Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
Next Post Previous Post