100% ORIGINAL
Buku Menakar Haluan Pembangunan Kota Batam Ke Depan Studi Komparasi Kebijakan Ftz, Kek, Dan Otonomi Khusus | Muhammad Zaenuddin dkk | Buku Kebijakan Publik

Buku Menakar Haluan Pembangunan Kota Batam Ke Depan Studi Komparasi Kebijakan Ftz, Kek, Dan Otonomi Khusus | Muhammad Zaenuddin dkk | Buku Kebijakan Publik

Rincian Produk
Rp 102.000 Rp 89.900
Penulis: Muhammad Zaenuddin, Wahyudi Kumorotomo, Samsubar Saleh, & Agus Heruanto Hadna
Penerbit: Deepublish
Institusi: -
Kategori: Sosial & Humaniora
Sub Kategori: Kebijakan Publik
ISBN: 978-602-475-906-3
Ukuran:  15.5×23 cm
Isi Kertas: BW
Cover: Soft Cover
Halaman: x, 169 hlm
Tahun: 2018
Berat: 500 gram
SKU: DP02645B
Ketersediaan: Pesan Dahulu
Kondisi: Baru
Harga Normal: Rp 102.000
Harga Promo: Rp 89.900

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Deskripsi Buku

Buku Menakar Haluan Pembangunan Kota Batam Ke Depan Studi Komparasi Kebijakan Ftz, Kek, Dan Otonomi Khusus | Bab 1 membahas tentang sekilas Profil Pulau Batam. Bab 2 membahas tentang landasan teoritis bagaimana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan Strategis di Indonesia. Bab 3 membahas tentang landasan teoritis penerapan kebijakan desentralisassi asimetris di Indo nesia. Bab 4 membahas tentang analisis kebijakan Free Trade Zone (FTZ) di Batam. Bab 5 membahas tentang Transformasi Kebijakan FTZ ke KEK di Batam, serta bab 6 membahas tentang ide penerapan kebijakan otonomi khusus di Batam. Dalam buku yang berjudul Mengungkap Fakta Pembangunan Batam Era Ibnu Sutowo – J.B. Sumarlin (OPDIP, 2011) dijelaskan bahwa inspirator pembangunan Pulau Batam adalah mantan Presiden Soeharto. Presiden Soeharto mengenal Pulau Batam sewaktu terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1963. Pada saat itu, ia menjabat sebagai Wakil Panglima Komando Dwikora yang pernah datang ke Batam, untuk mengawasi dan menghadapi Singapura yang merupakan bagian dari negara Malaysia. Soeharto mengemban tanggung jawab untuk melaksanakan inspeksi kesiapan pasukan yang berada di Medan, Pulau Batam, dan Kalimantan, dalam rangka Konfrontasi Dwikora. Pada waktu itu, Batam merupakan pangkalan marinir yang akan melakukan pendaratan ke Singapura. Dalam buku lainnya yang berjudul Bercermin Sejarah Menyongsong Batam Masa Depan (Edi Sutrisno, 2007) juga dijelaskan bahwa peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia yang terjadi pada era pertengahan 1960-an merupakan babak baru bagi perubahan kondisi di Batam dan kontan saja menjadi wilayah penting dan strategis. Hal ini juga dipertegas oleh Habibie, bahwa ide pengembangan Batam pertama kali dicetuskan oleh Soeharto, sebelum menjadi Presiden dimana saat ada konfrontasi dengan Malaysia, Soeharto ditugaskan di Batam (Aksara Karunia,2003).


Preview Isi Buku & Detail
PlaceholderGambar 1 - Menakar Haluan Pembangunan Kota Batam Ke Depan Studi Komparasi Kebijakan Ftz, Kek, Dan Otonomi Khusus

Info Hemat: Pembelian secara langsung/offline melalui WhatsApp akan lebih murah karena tidak ada biaya admin platform.
Next Post Previous Post